Kembali ke halaman berita
ISGCS 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pembangunan Berkelanjutan, Lampung Tegaskan Komitmen Capai SDGs
PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN MANUSIA
Wednesday, 20 May 2026
Bandar Lampung – Tantangan pembangunan di era global saat ini tidak lagi dapat diselesaikan oleh satu pihak atau satu negara saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat, inovatif, dan berkelanjutan antara berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi atas berbagai isu pembangunan, mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Semangat kolaborasi tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam pelaksanaan 4th International Symposium on Global Collaboration for Sustainability (ISGCS) 2026 yang digelar pada 20 Mei 2026. Kegiatan berskala internasional ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat kemitraan menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, sambutan Gubernur Lampung disampaikan oleh Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Dr. Anang Risgiyanto, S.K.M., M.Kes. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan berkelanjutan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun sinergi lintas sektor. Pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, komunitas, hingga media memiliki peran strategis dalam mendukung tercapainya target-target pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Sebagai salah satu provinsi yang terus berkembang, Lampung berkomitmen mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam berbagai kebijakan dan program pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Beberapa fokus pembangunan yang terus didorong Pemerintah Provinsi Lampung antara lain penguatan ketahanan pangan, peningkatan akses dan kualitas layanan pendidikan, pengembangan layanan kesehatan, percepatan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, serta implementasi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim. Berbagai langkah tersebut sejalan dengan upaya mencapai target SDGs sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
Forum ISGCS 2026 juga menjadi ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dari berbagai negara serta institusi yang memiliki perhatian terhadap isu keberlanjutan. Melalui pertukaran gagasan dan inovasi tersebut, diharapkan lahir berbagai solusi yang dapat diadaptasi untuk menjawab tantangan pembangunan di tingkat lokal maupun global.
Lebih dari sekadar forum akademik dan diskusi internasional, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kerja sama yang mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Kemitraan yang terbangun diharapkan dapat mendorong pembangunan yang lebih inklusif, transparan, tangguh, dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Lampung memandang bahwa kolaborasi merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh pihak perlu terus diperkuat agar setiap program pembangunan tidak hanya memberikan manfaat bagi generasi saat ini, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan sumber daya bagi generasi mendatang.
Melalui penyelenggaraan 4th International Symposium on Global Collaboration for Sustainability 2026, Provinsi Lampung kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari gerakan global dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kemitraan yang kuat, Lampung optimistis dapat terus melangkah menuju daerah yang maju, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Karena masa depan yang berkelanjutan tidak dibangun oleh satu pihak saja, melainkan oleh semua yang bersedia bergerak, berkolaborasi, dan mengambil peran untuk menciptakan perubahan yang lebih baik.