Kembali ke halaman berita
Bappeda Lampung dan BPS Perkuat Validitas Data Sektoral untuk Perhitungan PDRB Triwulan III 2025
UPTB PUSDATINBANGDA
Tuesday, 21 October 2025
Bandar Lampung — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menggelar Forum Group Discussion (FGD) Data Dukung PDRB Triwulan III Provinsi Lampung Tahun 2025 pada 21–22 Oktober 2025 di Ruang Rapat Alimuddin Umar, Lantai 3 Bappeda Provinsi Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh 17 perangkat daerah terkait.
FGD tersebut bertujuan memperkuat keakuratan dan konsistensi data sektoral yang menjadi dasar perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung. Data sektoral yang valid diyakini menjadi fondasi utama dalam menggambarkan kondisi ekonomi daerah serta mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti (evidence-based policy).
Kepala Bappeda Provinsi Lampung Dr. Anang Risgiyanto, S.K.M., M.Kes., dalam hal ini diwakili oleh Kepala UPTD Pusdatin Bangda Bappeda Provinsi Lampung, Nofirdon Muchtar, SP. M.E., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutan tertulis Kepala Bappeda, yang disampaikan oleh Kepala UPTD Pusdatin Bangda, menegaskan bahwa penting bagi setiap perangkat daerah untuk meningkatkan kedisiplinan dan ketepatan dalam pelaporan data sektoral yang menjadi komponen penting perhitungan PDRB.
“Data sektoral menjadi fondasi utama dalam menghitung PDRB. Ketepatan data bukan hanya memengaruhi angka statistik, tetapi juga arah kebijakan ekonomi daerah. Semakin akurat data yang kita hasilkan, semakin tepat pula kebijakan pembangunan yang kita rancang,” ujar Kepala UPTD Pusdatin Bangda Bappeda.
Kegiatan FGD ini menghadirkan dua narasumber dari BPS Provinsi Lampung, yaitu Statistisi Ahli Madya BPS, Henny Surya Indraswari, dan Tribuana Kartikasari. Keduanya memaparkan terkait pentingnya sinkronisasi data sektoral antarperangkat daerah serta metode penghitungan PDRB yang sesuai dengan standar statistik nasional. Para narasumber juga menyoroti pentingnya kualitas data dalam menilai kontribusi sektor-sektor utama terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung.